Breath Of Life

SEJUK... seperti telaga biru yang teduh, LEMBUT... layaknya belaian sang surya diwaktu dhuha, INDAH... bagai surya dengan sinar jingganya, TENANG... penuh kharisma di sela kedamaian, Tersirat dalam pandangan Ayah & Bundaku tersayang

Wednesday, July 27, 2005

Tafsir Cinta dalam Sinyalemen Al-Qur’an


Bismillah, ”mengungkapkan hasil perenungan, sebagai cermin proyeksi untuk melihat masa depan!!Semoga tidak tergolong "kaburomaktan..." karena ini diniatkan sebagai "i'dad".
Cinta pada Robbnya adalah Sinyalemen Al-Qur’an antara fitrah dan ketho’atan”.

Tekadku,
Akan kuletakkan rasa cinta nanti pada tempat yang semestinya.
Akan kutata amanah hati yang mewarnani cintaku pada “qowwamku” kelak dari kegalauan hati semua rasa pilu atau sakit, peluh atau dirundung rindu agar tidak mengalahkan cinta atau rasa rindu ketika “jauh” dari Alloh Swt…
“Cinta tidak sepatutnya mengajarkan kelemahan, melainkan membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita melenakan diri, melainkan menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, melainkan mengobarkan api perjuangan.”
-Hamka-

Wahai qowwamku kelak...

Ikhlaskan hatimu menerima kesederhanaan apa yang ada pada diriku dan ijinkan aku memberi pengabdianku yang sederhana walau kan kuperlakukan dirimu bagaikan ‘raja’ dan sambutlah rasa cinta yang teristimewa dariku...meski aku siap menerima rasa cinta yang sederhana darimu.. karena aku tahu cintaMu yang besar hanya untuk Sang Kholiq (ALLoh Swt), maka keangungan cintamu seperti itu lebih aku dambai..

Wahai qowwamku kelak,
Ikhlaskan hatimu menerima kesederhanaan apa yang ada pada diriku dan ijinkan aku memberi pengabdianku yang sederhana walau kan kuperlakukan dirimu bagaikan ‘raja’ dan sambutlah rasa cinta yang teristimewa dariku...meski aku juga siap menerima rasa cinta yang sederhana darimu.. karena aku tahu cintaMu yang besar hanya akan kau isi dengan ukiran asma ALLoh Swt, maka keangungan cintamu seperti itu lebih aku dambai.. dan perkenankan pula aku tuk merasakan nafas cinta ruhimu dariNya..

Wahai kekasihku kelak...
Aku akan selalu membisikan rasa cinta di relung hatimu yang akan menguatkan cintamu tuk menggapai puncak keagungan hubb Yang Maha Tinggi illahi Robbi...
Namun bila rasa cinta teramat sederhana dariku, maka engkau tentu tahu wahai kekasihku bahwa sebagian besar ruang hatiku ini ingin juga ku persembahkan pada Robbku, maka maafkan bila cintaku telah melukai kedudukanmu sebagai kekasih hatiku...

Terinspirasi oleh kutipan taushiah dari seorang teman blog tetangga…

"buat saudaraku yg sedang menantiku... (keep istiqomah fii da'wah wa jihad fii sabilillah) "

~ Rif, Juli 2005
www.rifa-inayah.blogspot.com

0 Comments:

Post a Comment

<< Home